728 x 90

artikel Sumedang


Karinding, Suara Alam dari Bambu
14 Apr 2019 | 177 views

| | |




Alat seni musik tradisional karinding yang di produksi oleh komunitas budaya di Desa Situraja Utara, Kecamatan Situraja kini sudah banyak dibeli konsumen seiring dengan banyaknya peminat terhadap seni tersebut.

Ayat Sutejda, seorang perajin  yang memulai produksi karinding dari  tahun 2009, mengatakan, alat musik yang terbuat dari bambu itu, kini  sudah dincar komunitas-komunitas seni di berbagai daerah di Jawa Barat  bahkan Bali.

Setiap minggunya, kata Tedja, komunitasnya mampu memproduksi sebanyak 24 buah karinding dengan berbagai jenis bahan baku bambu yang tak sulit didapat di wilayah Situraja.  “Perlu keuletan dalam membuat karinding karena proses pembuatan memang sulit, dari mulai mencari bambu saja, kita harus selektif, terus proses pengeringan yang pas, kemudian melakukan pemotongan sesuai serat bambu,” ujarnya.

Alat musik Karinding sendiri mempunyai ukuran yang kecil, dengan pangjang sekitar 15-20 cm dan lebar 1 cm, lengkap dengan 3 lubang memanjang dan lekukan dibagian atas. Untuk harga,  para perajin menjual karinding bervariatif mulai dari Rp 35.000-Rp.50.000.  “Bahkan ada yang berani bayar 100 ribu  rupiah jika pembeli sangat tertarik,” kata Cucu, perajin lainnya.

Namun demikian, perajin mengakui, minimnya publikasi, sehingga pasar  karinding hanya orang atau komunitas yang mengetahui saja. “Jika saja hal ini diketahui lebih luas saya rasa Situraja bisa jadi produsen terbesar karinding, dan itu sudah mulai terlihat apalagi kalau kedepan punya ruang workshop dan showroom tersendiri,”  katanya.

Karinding terdiri dari tiga bagian yaitu bagian jarum tempat keluarnya nada, disebut cecet ucing atau ekor kucing, pembatas jarum, dan bagian ujung yang disebut panenggeul (pemukul). Jika bagian panenggeul dipukul, maka bagian jarum akan bergetar dan ketika dirapatkan ke rongga mulut, maka akan menghasilkan bunyi yang khas.

Alat ini bukan cuma untuk menghibur tapi juga ternyata berfungsi mengusir hama di kebun atau di ladang pertanian. Suara yang dihasilkan oleh karinding ternyata menghasilkan gelombang low decibel yang menyakitkan hama sehingga mereka menjauhi ladang pertanian. Frekuensi suara yang dikeluarkan oleh alat musik tersebut menyakitkan bagi hama tersebut, atau bisa dikatakan frekuensi suaranya melebihi dari rentang frekuensi suara hama tersebut, sehingga hama tersebut akan panik dan terganggu konsentrasinya. [mth

 




sumber :