728 x 90

Artikel Sumedang

Artikel
Website Kabupaten Sumedang


Pulennya, Talas Semir Dayeuhluhur
| 170 views

| | |



Kabupaten Sumedang tak hanya identik dengan tahu. Sumedang memiliki sejumlah komoditi unggulan di berbagai  bidang yang punya daya jual tinggi.

Selain ubi Cilembu, salak Bongkok Paseh, sawo Sukatali ada satu komoditi unggulan yakni talas bentul atau biasa disebut talas semir. Talas yang terkenal pulen ini dibudidayakan sejak jaman dulu oleh petani di Desa Dayeuhluhur dan Sukawening Kecamatan Ganeas.

Talas semir tersebut kualitas rasa dagingnya lebih dari talas Bogor. Klaim itu beralasan, setelah sejumlah analis dari akademis mengkomparasi kualitas rasa antara talas semir Ganeas dengan talas Bogor.  Bahkan sejumlah petani menyebutkan, pedagang talas di Bogor lebih  tertarik untuk mengambil talas semir dari Ganeas untuk dipasarkan di Bogor. Tercatat sejumlah petani talas dari Sukawening pun kini malah menjadi pedagang di Bogor. Dengan membawa talas semir dari desanya. 

Kepala Desa Sukawening, Karman menyebutkan, talas adalah warisan turun temurun bagi warga Sukawening  dan Desa Dayeuhluhur. Talas semir mempunyai bentuk yang bulat dengan warna  batang hijau sedangkan warna daging putih dan warna kulit agak kemerahan. 

Proses menanam talas terbilang sederhana, hanya menggemburkan 
permukaan tanah kemudian membuat lubang untuk bibit dan menutup tanah
 itu kembali. Begitupun dengan proses pemeliharaan, tanaman talas cukup 
dengan mengandalkan pengairan dari air hujan. 

Talas banyak ditanam di  areal perbukitan dengan kemiringan landai. Petani tidak menggunakan pupuk kimia, semuanya pupuk dari kotoran hewan atau dari dedaunan. Pupuk kimia menyebabkan kualitas rasa talas setelah
 panen jadi berkurang. 

Dari masa tanam sampai masa panen, petani harus menunggu sekitar 4-6 bulan. Jarak itu justru diyakini bisa menjaga kualitas rasa talas serta ketahanan daging talas.  Untuk produktivitas, jika panen para petani bisa menghasilkan 400 batang/gendul dari luas tanam sekitar 60 bata.

Disebutkan, luasan lahan tanam di Desa Sukawening dan Desa Dayeuhluhur mencapai puluhan hektare.  Bahkan pemerintah desa setempat mempersilahkan tanah kas desa  untuk ditanam talas oleh warga petani. 
Sejumlah petani mengaku bisa mencukupi kebutuhan hidup dari hasil
bertani talas. Bahkan di Desa Sukawening dan Desa Dayeuhluhur banyak
 petani yang mengandalkan penghasilan dari talas. (nsa)




sumber :